Langsung ke konten
Teater Ego
Kembali

Merawat Denyut Seni Senyap: Teater Ego Kebumen Gelar Workshop Pantomim di Tengah Pandemi

Di tengah pembatasan ruang gerak akibat pandemi COVID-19, denyut seni pertunjukan di Kebumen tidak lantas padam. Semangat tersebut tampak nyata pada Minggu, 5 Juli 2020, saat Teater Ego Kebumen berkolaborasi dengan program Panggung Kahanan Jateng dan Rumah Budaya Bumi Bimasakti menyelenggarakan Workshop Pantomim.

Berlokasi di Rumah Budaya Bumi Bimasakti, Kauman, Kutosari, Kebumen, kegiatan ini dirancang dalam dua sesi, yaitu pagi dan siang, guna menjaga efektivitas pelatihan sekaligus mematuhi prosedur operasional standar kesehatan yang ketat pada masa New Normal Fase 3. Sebanyak 20 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari guru, mahasiswa, hingga masyarakat umum, mengikuti rangkaian materi dengan antusias tinggi.

Bertindak sebagai narasumber dalam workshop Teknik Dasar Pantomim tersebut adalah praktisi teater dan pantomim asal Kebumen, Sahid El Kobar dan Deva Fatkhunensin.

Ketua Panitia Penyelenggara, Charis Mu’in, menjelaskan bahwa lokakarya ini dirancang untuk memberikan bekal wawasan mendalam mengenai seni teater fisik, khususnya pantomim, kepada para pendidik dan publik. Lebih dari sekadar edukasi seni, kegiatan ini menjadi instrumen penyelamatan bagi ekosistem seni lokal yang terpukul krisis.

“Penyelenggaraan workshop ini didukung oleh donasi dari Panggung Kahanan Jateng untuk mendorong seniman agar tetap bisa berkarya, memastikan para pelaku seni tetap urip [hidup] di masa pandemi COVID-19,” terang Charis.

Apresiasi senada disampaikan oleh Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kebumen, Pekik Sat Siswonirmolo. Dalam sambutan pembukaannya, ia memuji keteguhan Teater Ego yang tetap produktif menggelar kegiatan kreatif meskipun wilayah Kebumen baru saja memasuki fase penyesuaian tatanan normal baru. Menurutnya, seni pantomim dengan kekuatan ekspresi tubuh dan komunikasi non-verbal merupakan medium yang efektif untuk mengasah kepekaan estetika, sekaligus relevan diaplikasikan oleh para tenaga pendidik dalam metode pengajaran kreatif.

“Melalui workshop pantomim di Rumah Budaya Bumi Bimasakti ini, kami berharap seni pantomim semakin dikenal luas di Kebumen. Kita dorong para seniman tetap berkarya meski masih dalam situasi pandemi, dan kita harus siap menyambut era tatanan baru dengan terus berkiprah di bidang seni budaya,” ujar Pekik menegaskan.

Inisiatif ini merefleksikan ketahanan kultural (cultural resilience) tingkat lokal, yaitu bagaimana komunitas seni di daerah mampu membaca situasi, beradaptasi secara disiplin dengan protokol kesehatan, dan tetap menghidupkan ruang ekspresi publik di tengah ketidakpastian.


Bagikan artikel ini: